This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. Learn more

Kenapa Game Point Blank Banyak Cheat - Curhat




Sebelum kita membahas Kenapa Game Point Blank Banyak Cheat, saya akan kasih sedikit penjelasan tentang cheat.

Kenapa banyak cheat di game??
karena program nya dibuat oleh manusia
dan karena di dunia ini tak ada yang sempurna.

Cheat secara bahasa di artikan sebagai jalan pintas atau kecurangan
cheat adalah sebuah apresiasi seseorang untuk membuat seatu hal menjadi lebih mudah seperti One hit kill dalam sebuah game.
Seorang yang melakukan cheat di sebut cheater yang biasanya juga disebut hacker
mengapa orang Indonesia suka Cheat ??
hal ini sudah dijelaskan bahwa cheat dapat membuat sesuatu menjadi mudah/praktis dengan mencari celah sekecil apaun lalu mengeditnya dengan software .

Kenapa orang-orang Indonesia sangat suka sama yang namanya "Cheat"?
Inti nya hanya utk mempermudah game tsb. Dari yg sulid menjadi sedikit lebih mudah.
Lalu kenapa orang indonesia suka memakai cheat .. ?? .. ga hanya org indonesia kok yg suka make  cheat tp seluruh gamers di dunia juga suka make cheat kalau mereka bisa.
Jadi cheater itu nggak hanya banyak di Indonesia. 
 
Tapi emang kalau orang makai cheat di game PvP (Player vs Player) malah bikin banyak orang kesal, emang 99 % palyer normal bakalan kesel kalau mereka di chitiin
Sebagai tambahan, setiap game hampir dipastikan ada cheat code-nya, dalam arti kode yang sengaja dibuat oleh developer dan di luar yang dilakukan oleh third party. 

Bahkan untuk game bawaan windows semacam permainan kartu itupun ada cheat code nya apakah itu bug,sudah psti bukan bug, siapa yang meciptakannya cheat kodenya. tapi disengaja untuk open channel di inner circle. kode itu sudah disiapkan lebih dahulu oleh pengembang.

Bedakan antara cheat code dengan tindakan cheating ,semacam menggunakan aimbot, artificial lag, wallhacking, fly ####, ESP, look-ahead. Atau juga dengan cara unsporting play seperti disconnecting, Rapid Fire Modifications, exploit, twinking, ghosting, stacking dll.

Contoh yang paling fenomenal soal cheat code, yaitu Konami Code (googling aja siapa tau ada). Itu adalah cheat code untuk semua game keluaran Konami. Siapa yang "menciptakan"? Para gamer? Cheater? Hacker? Tidak. Itu yang bikin adalah pengembangnya di NES, namanya Kazuhisa Hashimoto. Apakah itu bugs? Jelas bukan
Kalaupun ada bugs dan itu dimanfaatkan, itu bukanlah cheat code dari pengembang, Hampir setiap game diciptakan ada cheat code-nya, 

Mungkin agan harus coba dulu buat game sederhana yg bener bener bebas bug, baru ngerti jawabannya kenapa game online banyak cheatnya.
 

Oke kembali ke topik utama kenapa game Point Blank banyak cheat.
Game online yang di indonesia itu di PUBLISH. bukan di DEVELOP. artinya, kalo ada apa2, itu udah semata2 menjadi "Standard Operational Procedure" untuk ngelapor pada pihak developer (biasanya di Korea) dan menunggu jawaban dari mereka.

Kita nggatau serepot apa prosedur atau proses yang harus dilakukan.
DEVELOPER -- PRODUK --> PUBLISHER -> PLAYER
ibarat: Nestle/Danone/KhongGuan -- Biskuit Malkist, Pocky, dll --> Indomart, carrefour -> Konsumen

Lagian nggak mungkin GM ngawasin aktifitas player, GM harus liatin 1 1 gitu smua playernya, ngawasin ratusan, ribuan, bahkan jutaan user yang online.

Misalnya kalian beli makanan di supermarket. terus ternyata didalem bungkus makanan itu ada katakanlah kecoa mati.  Kalian lapor ke supermarketnya? padahal yang ngebungkus itu si pembuat pastinya (yang baru di shipping ke supermarket)


Tapi emang dimna mana game online cuman di game online Indonesia yg cheaternya kebangetan!!!

Semuanya kembali kepada kita lagi kita menganggap game ini baik ? kita menganggap game ini buruk ? Tergantung dari cara berpikir kita. Apakah kita hanya melihat sisi positif / negatifnya saja. Berpikirlah seperti tentara, berpikirlah yang dewasa. Untuk menjadi orang yang dewasa, kita tidak harus menunggu umur kita 18+, tetapi yang kita butuhkan ialah tindakan dan disiplin. tindakan dan disiplin.

2 komentar

avatar

Wkwkwkwkwk, Aseekk

avatar
Anonymous 28 April 2020 at 06:30
Author

ga jelas deh kecoa